Tuesday, 28 August 2012

Teratak Kecil Di Pinggir Desa

>TERATAK KECIL DI PINGGIR DESA
Sebuah teratak kecil di pinggir desa
Disisinya mengalir jernih alur sungai bercabang dua
Nyaman dan dingin di sekitarnya
Terbinanya dulu dari sebuah kesangsian
Kebimbangan akan roboh tatkala cuba dihias
Runsing hancur saat angin menghempas kencang
Resah menanti teratak kecil menjadi kukuh dan indah

Sebuah teratak kecil di pinggir desa
Saat segala gundah meresap dijiwa
Mampukah teratak melindung pemiliknya
Sang bumbung berjanji
Aku akan menjadi pelindung kehidupan dan masa hadapanmu
Sang dinding berjanji
Aku akan menghalang segala tiupan kencang menyakitimu
Sang tiang berjanji
Aku cuma ingin membina teratak kecil tapi indah
Cukup untuk mencari rahmat Ilahi

Dab terbinalah teratak kecil nan indah itu
Di hias hijau daun segar
Digubah sedikit warna bungaan
Diselit zikir indah penghias taman
Dicalit cat-cat nasihat pengukuh teratak
Kerana setiap kali angin kencang melanda
Hanya itu yang mampu menjadi ubat sang teratak kukuh semula

Lama kurenung teratak kecil itu
Yang kini kian dimamah waktu
Bumbungnya telah bocor menampakkan lorong-lorong cahaya
Yang kini menembusi lantai
Dindingnya telah pecah
Menyejukkan rongga setiap kali angin bertiup
Tiangnya kian rapuh
Hampir patah kunyahan anai-anai kecil

Tapi
Aku masih menanti untuk menghias semula
Teratak kecil di pinggir desa
Menuntut janji sang bumbung
Meminta simpati sang dinding
Mengharapkan kembali kukuhnya sang tiang
Seperti awalnya terbina sang teratak


Biar apapun halangannya
Walau berapapun usianya
Andai goyahnya segala material
Tetap masih berharap
Teratak kecil di pinggir desa
Tetap kekal dan kukuh di situ
Bukan sekadar menjadi lipatan sejarah yang sekadar diceritakan
Tapi dihuni dan di hiasi
Serta disuburkan dengan taman indah
Biar sungainya terpaksa mengairi taman lain
Dia ikhlas menjadikan bungaan ini subur dan mekar kembali
Walau apapun lakarannya